Chapter 1  –  Intimidating Name

1

Kesan pertama dengar nama “Parametr Architecture”, langsung menjauh dari studio ini. “NGERI C#K” dari namanya aja udah matematika arsitektur dan bule banget, yang terbayang adalah kerja disini pasti harus jago bahasa inggris, dan harus jago software-software parametrik arsitektur juga, seperti Rhino. Dan gue kan kaga bisa yak! Jadi saya daftar kesini itu setelah berfikir berulang-ulang kali. Tapi ternyata persepsi orang selalu salah, faktanya disini bule banget memang. Sering ga ngerti saya kalo pake bahasa Javanese. Walaupun malu sih, karena saya orang jawa juga. Memang mita memalukan sih anaknya.

Hoiya, belum kenalan ya? Nama saya Andini Dhikaparamita, biasa dipanggil Mita, Andini, Dobby, Cah Gendeng  dan Mid (panggilan kesayangan dari Kesayangan Akoh), Geleuh banget kan Mita? Well bear with me, this is only te beginning things will get geleuh-er (somehow selama nulis terdengar suara Mas Kano dan Mas Tomy ngejek aku sok pake bahasa bule). Saya dari Bina Nusantara yang katanya sih Internasional University, magang disini untuk mengisi waktu cuti, sembari menunggu TGA merengut nyawa.

Seminggu awal sebelum masuk, sebenarnya saya sudah ketakutan dan gugup sekali, “mampus bahasa inggris dan Rhino gue kan seadanya”. Tapi ya namanya manunisa, ketakutan saja bukannya belajar lagi sebelum masuk, alias pasrah. Padahal harusnya kan manusia itu berusaha dulu baru berserah kepada-Nya (opo toh Mid?). Akhirnya di hari Selasa, 16 Mei 2017 pukul 08.00 saya berangkat dari rumah, waktu itu saya janjian jam 9 ternyata kantornya dekat, jadinya saya kecepetan walaupun sempat nyasar.

Kesan pertama dari kantor Terasso, “sepi pisan euy”, saya pikir kosong rumahnya. Lalu tiba-tiba teringat film Silent Hill, pilihannya antara saya ketuk pintunya atau “kabur Mid!”. Namun karena saya pemberani sekali, jadi ya saya ketuk saja pintunya sampai muncul tu penjaga rumahnya, “Cari siapa ya? (dengat logat Jowonya yang kental)” sapa pengawal rumah yang tampan itu. Saya sempat kaget sih, saya fikir “wah ada orang ternyata”. Setelah itu saya dipersilahkan masuk dan menunggu diruang akar, yang mengintimidasi juga. “Apik tenan tipografinya, tulisan lu kan ancur mit, HAYOLO!” entah kenapa terfikir anak magang akan dapat tugas nulis seindah itu juga.

Di ruang akar, saya diberi arahan oleh Mas Pandu. Yang akhirnya saya panggil Pandu, karena kita seumuran ternyata (kenyataannya saya tua memang). Disitu kita malah berbicang bahasan yang tak kunjung usai, happy happy, kenapa bisa happy? Karena…  (maaf malah nyanyi). Sampai akhirnya Pak Kano datang, barulah saya diberikan arahan mengenai magang. Long story short, saya fikir Mas Kano teh sudah berkeluarga, karena ditelfon suaranya macam bapak-bapak, sampai waktu itu ditelfon Mas Kano klarifikasi “Jangan panggil Pak dong! Disini pada manggil Mas atau Mba” tapi tetap saja sampai sekarang di kontak handphone namanya Pak Kano (walaupun kelakuannya ternyata tidak pantas sih dipanggil Pak) sekiranya seperti gambar dibawah ini Mentor Magang kami, seram ya?

3

Disaat diberi penjelasan, saya kagum dengan niat Parametr mendidik anak magang sampai dibuatkannya TOR untuk kami (literally was clapping my hands while i was writing it though). Saya pribadi yang sudah pernah magang sebelumnya dan memiliki banyak pengetahuan akan magang di studio-studio arsitektur lainnya, salut dengan semangat Parametr yang seakan menyediakan kurikulum magang untuk kami “Keren lu Parametr!”. Selama diberi penjelasan, saya banyak berkenalan dengan perintis Parametr. Saya ingat sekali disitu saya takut sekali dengan Mas Joffi nampaknya galak sekali orangnya.

Setelah itu, saya diberikan test pertama saya, coloring site plan BCA ditempatnya Mba Yessi karena Mba Yes sedang cuti hamil ternyata. “Bisa Photoshop ga? Kalo ga bisa bilang aja, gapapa” kata Mas Kano berulang-ulang kali, “hmm bisa kok mas, kayaknya” kata saya berulang-ulang kali juga. Dan ya sebagaimana pasal 1 UU Anak Magang tahun 2007 berbunyi “Anda mampu? Tentu tdak! Anda sudah mahir? Kenyataanya tidak!”. Ternyata cara otodidak saya kurang efisien waktu, beruntung sekali Mas Kano mau mengajarkan saya dengan sabar dan lemah lembut gemulai. Akhirnya, untuk pertama kalinya saya bisa coloring di Photoshop, “You learn something new everyday” sebagaimana orang bijak bersabda.

Diawal saya diduduk  di depan Mas Bamby, sembari mengerjakan saya di interogasi oleh Beliau mulai dari asal usul, golongan darah hingga masalah pribadi saya. Awalnya saya agak sungkan dengan beliau sampai saya mendengar Trade Mark Mas Bamby, langsung saya ketawa “hhaha”, saya pikir bercandain saya, eh yang lain diem saja, langsung canggung aneh diem malu muka item gitu saya, maaf ya Mas Bamby.

4

Sehabis itu, saya berbincang dengan anak-anak magang lainnya Nia, Alvin dan Rifky, di ruang akar sambil menunggu penjurian sayembara rumah gerbong. “Seru banget pake ada sayembara anak magang disini!” pikir saya. Saya juga salut dengan anak-anak magang yang masih sempat mengerjakan sayembara disaat kerjaan menggunung. Di minggu pertama saya biasanya pulang cepat, sekitar jam 6 sore, “Hore!“ karena pekerjaany yang belum banyak dan belum kenal baik dengan Teman tapi Supir.

Chapter 2 – Work Smart

5

Menurut saya di Parametr banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, dari yang diajarkan hingga yang tidak. Contohnya, disiplin waktu atau kalau kata orang kantor “Work smart dong! Jangan work hard!”. Saya terbiasa dengan pola pikir yang meribetkan saya sendiri karena ingin desain yang Wah, padahal ternyata lebih baik selesai 70% dibanding 100% tapi tidak selesai. Dan saya ingat pernah bertanya dengan Mas Tomy akan hal itu, dan beliau pun setuju. Faktanya, pekerjaan pertama saya pun dengan Mas Tomy! Uhuy! Masih ingat pekerjaan saya waktu itu membuat kantin Panarub dengan Rifky. Sampai akhirnya saya sempat duduk berempat di meja anak magang, “Kan bener kata gue! Emang harusnya dia duduk disini juga! Biarin aja berempat dempet-dempet biar akrab” kata Mas Tom. Disitu saya mulai mencium bau-bau kejahilan yang semerbak dari Mas Tomy, dan ternyata saya benar!. Dan ternyata satu kantor jahil semua rata-rata, hanya Mas Supar saja yang memberikan aura ketulusan dan kesucian jiwa.

Selain itu saya juga belajar persepsi saya mengenai orang-orang kantor yang saya takuti ternyata salah. Saya masih ingat pertama kali diberikan arahan oleh Mas Joffi tentang proyek Mercedes Benz, beliau sabar dan semangat sekali sampai beliau mencoret-coret  LCD Dell nya yang mahal itu dengan spidol warna pink, dan ternyata beliau atasan yang paling asik, sampai Duo Kampret saja pernah mengejek beliau “Potong rambut Mas? kok kayak alien gitu” kata Alvin dan Rifky. Lalu Mas Joffi malah tertawa sambil mengibas-ngibaskan rambutnya ke depan belakang bergaya layaknya Rock Star. Disaat itu saya makin percaya bahwa pekerjaan Arsitek sangat sulit dan berat, bisa berdampak besar pada kesehatan psikologi. Selain itu saya juga ingat sekali, ternyata Mba Sari sangat menghibur. Awalnya saya amat sangat takut dengan beliau, setiap saya mau izin saya sudah ketakutan seharian memkirkan mau chat apa ke Mba Sari. Kenyataannya Mba Sari tidak seseram yang saya kira, malah ketika saya sudah tidak magang saya sering kangen dengan beliau, teringat Mba Sari bilang “Gilani” dan celetuk-celetukannya yang lucu.

8

Dan tentunya disini juga banyak sekali kemampuan yang terasah contohnya Skill tukang Cutting Sticker saat Casa. Pertama kalinya jalan-jalan dengan kantor. Main Woosh! Dengan Mas Kano dan Rifky yang malu-maluin kantor karena kantor lainnya sangat serius bekerja sedangkan kami malah bermain teriak-teriak cekikikan didepan panggung. Kerjaan kami paling lamban, karena selama bekerja kami berguyon terus, sekiranya seperti itu juga lah suasana selama bekerja di Parametr.

9

Di Parametr juga saya senang sekali sering mendapat pekerjaan yang belum pernah saya lakukan dikampus selama ini. Seperti membuat detail lampu, detail toilet, mural, artikel, furniture sampai email submission juga pernah. Saya pribadi sangat senang dengan berbagai ilmu yang saya dapatkan disini, hiks kok jadi sedih ya.

1112

Sayembara anak magang yang diselenggarakan setiap Jumat sore biasanya, salah satu kenangan yang tak terlupakan. Seru sekali kami diberikan tantangan untuk memperesentasikan Arsitek yang belum terkenal, menjelaskan karya-karyanya dan 7 fakta menariknya. Saya ingat waktu itu saya menjelaskan tentang Mas Arul, dan dengan berbekal wawasan seadanya mengingat deadline yang dimajukan waktu itu, saya gugup sekali dan banyak yang terlupa, tapi seru sekali. Disitu kami dilatih untuk percaya diri, dan sejujurnya presentasi merupakan ketakutan terbesar saya.

13

Disini juga saya diajarkan software-software yang belum pernah saya pakai sebelumnya, sampai sekarang saya jadi mahir (bualan). Namun kalau bertanya tentang AutoCAD dengan Mas Rian bersiap mental breakdown saja, saking cepatnya jari-jari beliau bergerak bak ketok CADmagic. Anak magang disini juga saling mengajarkan, seperti Alvin mengajarkan saya Corel dan Rifky yang mengajarkan Vray. Master Pandu juga selalu bisa memecahkan masalah Sketch Up, Salut!. Intinya magng disini saya diperkaya dengan ilmu-ilmu software baru, Terimakasih Parametr.

1415

Dan ilmu pokok yang saya pelajari disini, ternyata Cemilan Sore adalah Teman Setia yang begitu asing terdengar di studio-studio arsitektur lainnya, merupakan gelombang-gelombang inspirasi yang akan mengisi seluruh tubuhku disaat waktu-waktu telah hilang. Hidup Mie Mas Robbi! Joss!

16

Enaaaa…!

Chapter 3 – from McD to Papandayan

17

Jikalau telah datang waktu yang dinanti, kami pasti bahagiakan dirimu seorang wahai perut. Kuharap dikau sabar menuggu waktu bel pulang, lalu kami naik vespa keliling kota sampai binaria, hatiku jadi gembira (joged deh). Kalau magang disini jangan takut gemuk atau lapar, karena biasanya setiap jumat atau setiap hari sih sebenarnya kapan pun kita sering jalan-jalan untung ada Teman tapi Supir bersama yaitu Rifky, biasanya kami magangers dan mas kano sering makan McFlurry di McD atau ngopi-ngopi bareng kantor, jangan lupa pesankan Despacito untuk Ade, sampai naik gunung bareng arsitek-arsitek kece kota Jakarta. Gilani…

181920

Hoiya, yang ada ilmu arsiteknya juga saya lakukan, kalau kata orang awam survei. Senang sekali sempat survei ke tempat-tempat konstruksi dari yang di Bintaro dekat kantor, Jakarta, sampai ke kota nan jauh dimato melihat konstruksi kantor Panarub. Kegiatan jalan-jalan seperti ini biasanya yang mempererat tali kasih antar anak magang dan kantor. Saya pun jadi lebih dekat dengan Pak Sugeng yang ternyata Aktor kawakan. Harapan saya walaupun sudah tidak magang disini, saya masih boleh ikut naik gunug lagi atau nongkrong di Cafe Udin.

21

Chapter 4 – We don’t meet people by accident

Saya percaya benar, setiap kenalan bukan sebuah kebetulan namun kita ditakdirkan untuk bertemu karena suatu hikmah untuk kita. Untuk itu saya tidak akan lupa semua memori di Parametr, dari yang indah hingga sedih pun terurai disini, mungkin kalau ditumpahkan semua akan terbit buku perjalanan magang saya disini karena terlalu singkat namun padat. Sekiranya, rasa syukur saya sampaikan untuk seluruh perintis kantor Parametr Architecture, meliputi:

Pak Ario, Terimakasih sebesar-besarnya untuk selalu memberikan kesempatan untuk kami para anak untuk langsung mendesain, karena tidak semua studio arsitektur percaya dengan kemampuan desain anak magang dan tidak semua principal juga mau mebimbing anak magang langsung. Saya jadi belajar banyak dari membuat PPT itu ternyata bisa sampi lembur, mendesain Sekolah Cinta Ananda dengan Rifky, sampai terakhir seru sekali membuat detail lampu rumah gerbong dengan Ade. Banyak juga ilmu tersirat yang diajarkan Mas Ario, seperti menghargai waktu kami anak magang dengan mengajak kami ngopi-ngopi disaat lembur, guyonan Mas Ario ketika berbicara dengan para karyawannya atau saat presentasi, kerjakeras principal studio arsitektur mencari proyek dengan pergi rapat yang hampir setiap harinya, sampai karaktek Mas Ario yang seru juga tidak jaim suka teriak-teriak kalau saya pasang lagu Koes Plus – Mobil Tua atau joget sendirian pas lagu Earth, Wind & Fire  – September (walaupun saya agak terkejut menyaksikan itu dihari Magangers Lembur pertama saya). Hal itu semua memperkaya bekal saya nanti ketika terjun kedunia kerja arsitek yang keras. Satu lagi, maaf kalau diawal sering terselip panggilan kata-kata Pak ya Mas, karena kalau sedang asistensi dengan Mas Ario mengingatkan kegiatan saya dikampus, banyak revisinya. Zoals loesje zegt, Studiekeuze welke opleiding levert eigenlijk de leukste mensen af.

22

23

Mas Joffie, Kagum sekali saya dengan kemampuan Single Fighter Mas Joffi yang selalu mengerjakan proyek sendiri padahal jarang lembur padahal semuanya pakai Sketch Up, mandiri sekali dari meeting sampai ke papandayan Boss Joffie yang nyetir “Gokil!”, bekerja dengan Mas Joffie selalu diberikan penjelasan yang singkat, padat dan jelas (pekerjaan pertama dari Mas Jof lembur pertama saya dikantor) sehingga saya juga mampu mengerjakan dengan mudah, gila sekali ternyata karakternya sampai kami pun anak magang jadi sering tidak tahu diri (maafkan kami). “Keren lu Boss!” Terimakasih karena sudah menjadi “The Coolest Mentor Ever” Elang harusnya punya anak magang juga Mas, biar belajar lanskap di gunung dengan Mas Jof dan Mas Andri. Jangan bosan naik gunung mas, dan jangan lupa ajak kami alumni Parametr juga! Hoiya bikin acara turun ke pantai juga dong Mas Jof, hhe.. Toss!

24

Mas Harun, Terimakasih mas atas kepercayaannya karena kami anak magang dipercayakan untuk mendesain langsung. Saya senang mendapat ilmu baru seperti membuat mural yang sebelumya saya belum pernah sampai membuat Superdesk yang saya juga tentunya belum pernah. Ilmu terbesar yang saya serap dari bekerja dengan Mas Harun tentunya pentingnya ketelitian, detail dan keperfeksionisan dari Arsitek, berguna untuk hasil yang terbaik untuk Client. Selain itu ilmu bekerja cepat, karena deadline proyek arsitek yang menumpuk. Dan yang tepenting, pelajaran mental yang diberikan Mas Harun, kami bagaikan kuda pacuan yang dicambuk, apa saya akan mengamuk dan kalah keluar dari perlombaan atau berlari semakin kencang dan memenangkan perlombaan. Saya bersyukur akan segala ilmu yang diberikan Mas Harun kelak akan membantu saya dimasa depan, dan mohon maaf dikarenakan jadwal tugas akhir saya yang mengakhiri masa magang saya, karena sejujurnya saya masih ingin belajar di kantor sampai November sesuai Janji Magang saya. Terakhir, semoga Mas Harun diberikan kesabaran menghadapi Ade ya mas. Dia memang gitu orangnya, kerjain saja mas kalau sedang bosan, lumayan buat hiburan.

25

Mas Bamby, Haduh saya bingung mau bilang apa ke Mas Bem, terlalu mindblowing saya sampai bingung. Saya hanya mau tanya kenapa bersinnya gitu ya? Dulu pernah kenapa Mas? Hoiya, Mas Bamby jangan genit sama Mba Sari! Nanti Mba Suci cemburu lho! Saya ingat sekali pertama berbincang lama itu karena saya memasang lagunya Frank Sinatra, ketawan deh angkatannya. Pokoknya kalau lagu jadul pasti Mas Bem sendiri yang nyanyi, lalu ikan juga Mas Bem ga makan sendirian. Saya sebagai anggota Teman Ikan tersindir dengan hal tersebut. Terakhir, saya mau minta maaf ya mas karena suka tidak jelas joget-joget dikantor kalau sedang stress, atau pakai ikat kepala pakai maket dikepala. Sampe dibilang temannya Hera oleh Mas Bamby. Namanya juga gejolak kawula muda, contoh konkritnya Mas Kano. Enaaa….

Mba Sari, Aku rindu Mba Sari! Mba Sari memang bagai ibu di Parametr, dari ceramahin kami kalau kami ribut, sampai merencanakan acara-acara kece di Parametr. Awalnya saya takut sekali berbicara dengan Mba Sari, makanya diawal saya lebih banyak mendengarkan. Sampai akhirnya, momen dimana Mba Sari pun ikutan mengolok-olok saya “sekarang kamarmandi jadi barang berharga ya semenjak ada Mita” disitu saya malu sekali sih, karena nama baik saya juga sudah tercoreng di Parametr, dan saya mulai sadar dengan kelucuan Mba Sari. Apalagi semenjak perpindahan tempat duduk, makin sering akhirnya kita berbincang mulai dari bikin kue sus sampai ternyata kita sama penakutnya sama film horor. Waktu itu saya dengar Mba Sari ga bisa tidur sebulan setelah nonton Bangku Kosong, saya ketawa saja sih Mba, padahal saya juga begitu bahkan lebih parah. Terimakasih ya Mba Sari sudah mau sabar menghadap kami kecoak-kecoak muda yang sering berisik dikantor, semoga Mba Sari semakin sabar menghadapi anak-anak magang yang genit seperti Alvin dan Rifky, terutama Rifky, lihat saja kelakuannya godain Ade, Gilani ya mba. Maafkan kekhilafan magangers ya!

26

Mba Suci, Sayang sekali kita belum sempat benar-benar dekat Mba Suci sudah diculik ke Elang. Saya ingat sekali haripertama saya magang, Mba Suci mengkhawatirkan saya yang belum makan (unch) lalu saya salah orang waktu meminjam mukena, kata Nia Mba Suci yang berkerudung atau mungkin saya saja yang budek, sampai malu watu itu. Mba Suci ternyata punya suara yang merdu juga, kalau sedang memasang lagu-lagu 90an pasi Mba Suci bernyanyi, sampai lagu Petualangan Sherina juga waktu itu Mba Suci dan Nia ikut bernyanyi. Terimakasih ya mba amplop setiap tanggal 25 nya, saya jadi ingat waktu itu Ade dikerjain Rifky sampai bingung pas tanda tangan kuitansi. Semangat jadi bidadari di Elang dan Super Mom di rumah! Such an inspiration!

Mas Kano, Sumber dari segala keanehan dikantor! Lu aneh banget Mas! Tapi aku lebih aneh ya? Saya mau bilang terima kasih atas bimbingannya selama ini, yang menjerumuskan. Saya banyak sekali belajar mengenai lagu harus dinyanyikan bersama “Semuanya!” (ga semua lagu juga di “Pika Pika” in Mid), belajar kalau band favorit Mas Kano adalah Ada Band terutama lagunya yang Manusia Bodoh, belajar juga mengenai rasa narsis asritek yang tinggi, sampai di Toll pun harus selfie ya Mas? But that’s all I said with love, karena kalo bukan Mas Kano ga ada lagi teman aneh saya dikantor. Terima kasih ya Pak Kano, sudah percaya dengan saya dan memberikan saya kesempatan magang disini. Mengajarkan ilmu-ilmu software walaupun kadang saya juga yang mengajari Mas Kano, terus saya dibilang mahir, padahal saya hoki saja nemu caranya (wekawekaweka). Terus jadi mentor yang seru Mas! Hanya untuk main Woosh! Harus dikurangi sedikit supaya arsitek tetap terlihat karismatik dimuka publik. Selain itu juga sering-sering bertukar referensi manga, anime, film ya walaupun saya sudah alumni. Mungki besok bisa dibuat acara Nobar film horor di terasso Mas. Terkhir, semoga Mas Kano dilapangkan dadanya dan diberi kekuatan menghadapi Ade. Veel Succes!

27

Mas Tomy, Udah dengerin album Radiohead yang baru belum? Salah satu hal, yang membuat saya nyaman di Parametr waktu Mas Tomy seharian nyanyi Oasis dan Radiohead waktu hari lembur IPB, terus Rifky ikutan juga bersama-sama kita nyanyi lagu Queen – Don’t Stop Me Now, tadinya sedang stress jadi riang lagi suasana kantor. Saya pribadi senang berbincang dengan Mas Tomy karena sering mematahkan semangat ingin jadi Arsitek para anak magang dengan celetuk-celetukan Mas Tom, saya belajar juga kalu arsitek ternyata congkak ya dengan celetukan-ceetukan Mas Tomy seperti “Gua sih ga suka nonton film, gua sukanya baca. Kan ada yang bilang film itu membatasi imaginasi seseorang” tapi ternyata selain membaca Juni Ito Mas Tomy nonton film-film 60an juga,”piye toh Mas?” Intinya saya belajar dari Mas Tomy kalau hidup itu jangan terlalu serius (ciaa..). Bekerja dengan Mas Tomy menurut saya sangat efektif, setiap pekerjaan dari Mas Tom pasti kami anak magang diberikan bimbingan yang jelas dan diberikan kesempatan juga untuk membuat keputusan sendiri “Keren Lu Mas!”. Terimakasih Mas Tom atas segala ilmu dan ledekan kamar mandinya! Saya paling senang kalau sudah bersanda gurau tak ada tujuan namun banyak wawasan dengan Mas Tom, Mas Gyrass, Mas Kano dan Mas Supar. Jangan bosan-bosan menghibur magangers ya Mas!

28

Mba Yessi, Kantor sepi kalau ga ada Mba Yes! Paling seru kalo udah ngobrolin Cemilan Sore sama Mba Yessi langsung kompak ya mba sekantor patungan, ternyata pada doyan jajan juga. Awalnya agak canggung gimana gitu sama Mba Yes, ga ada kealan resmi kita langsung dadah-dadahan aja Mba Yessi kalau pulang, hhahaha. Namun ya ternyata benar, setelah kerja dengan Mba Yes terlihat deh kelucuan Mba Yes, apalagi kalau wifi nya sedang mati, apalagi kalau sudah mepet deadline, apalagi kalau sudah kerja dengan Ade “Ceped Mid! Ceped Mid!”. Terimakasih ya mba atas ilmu interiornya, saya paling senang kalau sudah dapat kerjaan modelling furniture dari Mba Yessi. Mba Yessi juga sangat pengertian jadwal kuliah saya sampai saya sempat tidak bisa banyak membantu, Terbaik!. Enak Mba Kuenya! Saya terima endorse juga lho mba. Cogindo to the bones!

Mas Supar, Idola saya yang menenangkan jiwa. Maaf kalau saya suka aneh-aneh dkantor ya Mas! Anggap saja itu latihan Mas Supar nanti menghadapi anak Mas Supar. Dari awal saya lihat Mas Supar, saya sudah menerka-nerka pasti ini orangnya aneh ni. Ternyata benar, ternyata Mas Supar lebih aneh dari Mas Kano. Apalagi kalau sudah bikin pertanyaan terus jawab sendiri, terus menirukan suara Ariel, terus mengajak kita berbicara serius, terus diam deh pas bicara serius. Don’t ever change Mas! Your wife is the lucky one to have you, cause i believe it’s hard to meet someone as sincere as you are these days. Terakhir, akan selalu saya ingat salah satu diantara seribu wejangan-wejangan bijak dari Mas Supar “I have a Life! (sambil menggelengkan kepala dan memonyongkan bibirnya)”

30

Mas Andri, Arsitek dan Vokalis lintas dunia! Dari highrise sampai landscape dikuasai Mas Andri! Dari Iwan Fals sampai Andi yang nyanyi lagu “Dia Dia Dia.. Oh Tuhan… Dia….” dikuasai Mas Andri! Gilani! Sayang aku hanya sebentar sempat bekerja dengan Mas Andri ya. Terakhir saya senang sekali hasil Touch Up saya lulus dari Mas Andri. Semenja itu saya yakin dengan kemampuan Touch Up saya. Terakhir saya salut dengan ketahanan tubuh Mas Andri santai sekali waktu di papandayan, saya saja kalah yang masih muda. Next time Kita trekking lagi ya Mas!

3132

Pandu, Dari awal sampai selesai magang ya sama pandu lagi. Iya ndu, gue tua tapi kaga usah diumumin kesemua orang juga, kan makin malu gue. Salut sih gue melihat lu yang seumuran tapi lebih banyak skillnya dan pengalaman arsitekturnya juga. Jadi cerminan buat gue, kalau gue masih terus berenang di Comfort Zone selama ini. Mungkin lain kali kita bisa bertukar ilmu software supaya gue juga bisa semahir kemampuan Sketch Up lu. Perjalanan masih panjang Ndu! Jangan ngantor muluk! sesekali ajojing sore biar mengenal dunia gemerlap Jekardah lah kita!. Hoiya, Focus..

[wpvideo D5bZYK7T]

Mas Riyan, Teman seperjuangan Tugas Akhirya kita. Yang ternyata selain gemar bermain AutoCAD, CorelCad, G-strar Cad dan CAD lainnya. Mas Riyan juga gemar sekali ya dengan Naruto. Terimakasih ilmu-ilmu CAD nya yang Dewa itu. Semangat ya Tugas Akhirnya! Semoga dilancarkan!

Mas Gyrass, Manusia segala talenta. Seru kalau sudah berbincang tentang sineas Indonesia, dimana aku masih sedikit wawasannya. Diawal saya pikir Mas Gyrass, seperti arsitek-arsitek muda lainnya. Banyak referensi akan film, musik, buku, komik atau Manga dan masih banyak lagi. Tapi ternyata diluar ekspektasi saya, Mas Gyrass sangat menggeluti seni kria terutama material kulit. Terus menjadi anti anti social social club Mas!

33

Mas Ibnu, Superhero! Ternyata selain mahir membuat maket mahir juga bidang otomotif ya. Saya ga akan pernah lupa jasa-jasa Mas Ibnu menghadapi Rifky waktu mengerjakan proyek Sekolah Anti Sayang Sayang Anak Club sampai menemani kami hingga larut malam karena rusaknya mobil Rifky. See you soon Mas!

3435

Mas Yoni, Sering saya godain tapi kenapa diam saja Mas? Saya jadi sedih. Hoiya Mas, kalau mau pulang pamitan dulu ya Mas. Jangan yang sedang dikamar mandi ditinggalkan begitu saja. Nanti orang yang ditinggal takut dan panik karena sendirian di kantor.

Selvi, Ternyata aku lebih tua ya. Pantesan ya kita nyambung baru bertemu sekali. Semangat ya di Parametr! Yang sabar menghadapi Ade dan Fandi yang kerjaannya sebat terus. Good Luck!

Mas Robbi, Keriangan di Parametr. Kalau ada Mas Roby pasti ada aja keriangan yang datang, dari celotehannya sampai suara kresek Cemilan Sore setiap jam 4 yang selalu saya tunggu. Mas Robi terima anak magang ga? Saya mau belajar bikin Mie Robi Mas! Yahud sekal rasanya!

Pak Sugeng, Sukses ya Mas dengan pergulatannya di dunia layar lebar. Jangan sombong-sombong dengan saya ya, tetap ajak saya kalau naik gunung lagi! “Aku disini..”

36

Mas Ali, Lemah lembut orangnya, Sangar Renderannya. Butuh anak magang ga Mas? Hhehe

Nia, Semangat ya Nia Tugas Akhirnya! Kangen dengan suara ketawa Nia yang khas itu. Jangan lupa Ni kalau sholat jangan peluk sebelahnya ya! Hhahaha. Ga akan lupa gue mulai dari kepala gue dipegang-pegang trus lu bilang “Panas toh” dan itu diulang-ulang terus dikantor, sampai gue pernah tereak-tereak manggil lu di Aeon dan gua dikacangin, masih teringat rasa malunya Ni hhuhu (sok sedih). Harus lah kita bertemu lagi! Curhat ga jelas lagi ya!
38

Alvin, vin aku jangan ditukar beras ya kalau aku menyebalkan hhehe (just kidding tough). Masih inget sih gue kalau ga ada lu Casa ga akan jadi dan gue ga akan bisa Corel. Makasih lho! Sukses ya Tugas Akhirnya! Joss!

40

Rifky, Teman tapi Supir yang baperan banget dan sering bikin gue jijik dan Mba Sari geli. Thanks ky udah jadi such an gentleman mengantarkan gua setiap lembur, padahal gue sudaha cukup tau kalau rumah lu jauh tapi suruh turunin gue distasitun aja jugaga mau, katanya takut gue dibegal, tapi habis itu ngeluh sepanjang jalan karena rumah gue jauh a seru dan kesal juga, kalau lu udah mulai ga mood ngerjain. Tapi lu hebat kok, kare(labil anaknya). Terakhir kita sempat desain berdua proyek Sekolah Sayang Anak itu antarna masukan dari gue selalu lu dengerin. Bahkan selalu minta masukan dari gue, dan lu tau sendiri bayak banget kekurangan lu ky jadi ga akan cukup waktunya (bercanda ya jangan baper). Selain itu thanksjuga lu selalu mau bertukar ilmu dengan gue, sekarang gue jadi bisa Vray ky!. Dari melihat lu ngerjain Touch Up juga gue belajar banyak. Sukses ya buat Archproject! Terus jadi Arsitek/Musisi/3D Artist/Fotografer yang ga tau frame ratio/Teman tapi Supir yang baik hati! I do believe you’re a good person, so jangan baperan gue hanya bercanda bilang lu teman tapi supir.You really are My Friend Ky!

4142

Ade, Maaf ya de gue sering menzalimi-Mu.Tapi lu juga kan ternyata. Gue bercanda karena gemas dengan lu De. Karena lu Iconic tingkah lakunya, ada saja mulai dari Despacito sampai lu ngantuk jatuh dikursi kantor ya De. Dikantor kalo ga ada lu bakal sepi banget De! You brought a light to the room!. Makasihde sering mengingatkan gue akan dosa-dosa besar yang saya lakukan. Jarang-jarang gue diingatkan seperti itu oleh anak yang lebih muda dari gue! Semangat jadi Junior Architectnya! Satu lagi, ga usah berusaha ngerjain junior-junior magang lu deh de, ujung-ujungnya lu juga yang dikerjain mereka nanti. Hoiya, gue mau nanya serius De, Matahari terbit darimana ya?

4344

Fandi, Eh ada Fandi! Eh ada Fandi! Yang anakya arsitek sampai ketulang-tulang, kalau pakai kaos ada kutipan jahadidnye. Gile lu Fan! Semangad ya nyetir dari Lenteng Agung-Bintaro setiap hari demi pekerjaan lu sebagai Junior Architect! Kurang-kurangin lah rokok sama Ade, kalau sama yang lain baru gapapa. Gud Lak!

Muchsin, Semangat anak Muda! Perjalananmu masih Panjang Nak! Jangan sampai keteteran magang sambil kuliahnya, karena itu tidak mudah kan, apalagi kalau lu malas kayak gue. Di Parametr seru kok! Guyu terus tapi juga banyak kerja, angap saja ini trial dunia kerja lunanti, so be tough kid! Kalau kata Pandu “Focus..”

Sekian dari saya, Mohon dimaafkan apabila saya banyak kesalahan yang tidak disengaja. Sampai Jumpa Parametr! Such a wonderful memories!

“And what is it to work with love?

It is to weave the cloth with threads drawn from your heart,

even as if your beloved were to wear that cloth.

It is to build a house with affection,

even as if your beloved were to dwell in that house.

It is to sow seeds with tenderness and reap the harvest with joy,

even as if your beloved were to eat the fruit.

It is to charge all things you fashion with a breath of your own spirit,

And to know that all the blessed dead

are standing about you and watching”

45Oleh : Andini Dhikaparamita

September 25, 2017

Leave a Reply