Oleh : Sarah

Bismillah..

Dua puluh empat minggu sudah saya berada di Parametr Architecture dan hal terakhir yang saya lakukan sebagai simbol berakhirnya masa kerja praktek atau magang adalah dengan mempublikasikan tulisan ini, cerita singkat tentang masa magang saya di Parametr Architecture yang kata demi katanya merupakan untaian terima kasih sebesar – besarnya dari saya untuk keluarga besar Parametr Architecture.

2

I

Saya Sarah, mahasiswa program studi Teknik Arsitektur Universitas Sriwijaya, Magangers Parametr sejak 8 Juni lalu.

Sebagai mahasiswa arsitektur, salah satu mata kuliah wajib yang harus kita lalui adalah KERJA PRAKTEK atau MAGANG, iya kan? Bagi saya kerja praktek sendiri adalah hal penting, bukan karna hal ini wajib dilakukan agar saya bisa lulus kuliah namun karna saya mulai kepikiran, mau jadi apa saya setelah lulus nanti? Dalam kuliah umum yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan di hari pertama saya kuliah, beliau menyampaikan bahwa masa kuliah adalah masa yang rentan karna kita tidak tau pasti tentang apa yang akan terjadi setelah kuliah, jika setelah SD, kita akan tau tujuan selanjutnya adalah SMP lalu SMA namun apa yang akan kita tuju setelah kuliah? Apakah itu bekerja? Melanjutkan pendidikan? Atau menikah? Atau yang paling tidak kita inginkan, mungkinkah nanti kita hanya menganggur? Saya pikir, hal yang paling mungkin akan saya lakukan adalah bekerja, tapi apakah saya siap? Lalu apa yang akan saya kerjakan? Kuliah arsitektur bagi saya bukan hal yang mudah, untuk mendapat nilai cukup saja butuh kerja keras apalagi nilai bagus, sejujurnya dulu sebelum mangang, saya rasa saya berada dititik dimana saya merasa akan menyerah untuk menjadi arsitek, lalu apakah arsitek itu? Bagaimana arsitek bekerja? Siapa saja yang terlibat dalam arsitektur? Bidang – bidang apa saja yang berkaitan dengan arsitektur? Seberapa luas bidang arsitektur itu? Kuliah tiga tahun ternyata belum cukup untuk menjawab banyaknya pertanyaan yang muncul dalam benak saya, dan saya merasa harus melihat sendiri, mengamati sendiri, mereka yang disebut arsitek itu. Setidaknya sebelum menyerah saya harus tau betul apa yang akan saya lepaskan, bukankah kerja praktek adalah kesempatan untuk menjawab pertanyaan – pertannya tersebut?

001

II

Hal pertama yang saya tau dihari pertama saya bekerja adalah betapa saya tidak tau apa – apa. Sebagai manusia saya tentu sadar bahwa ada banyak hal yang tidak saya ketahui, tapi saya tidak menyangka akan sebanyak ini. Tapi hey, bukankah Einstein pernah mengatakan bahwa semakin kita belajar, maka semakin kita sadar kita tidak tau apa –apa dengan kata lain semakin hari ketika saya semakin sadar bahwa saya tidak tau, artinya semakin banyak hal baru yang sebenarnya pelajari. Apakah ini artinya saya telah melangkah  ke tempat yang tepat?

Semakin hari saya semakin belajar, mulai dari hal – hal dasar, mulai dengan perlahan. Diawal masa magang saya diberi kurikulum magang yang harus dipelajari oleh setiap magangers agar setiap magangers memiliki kemampuan dan skill standar sehingga mampu bekerja dalam tim, tapi saya tidak belajar sendirian, sesama magangers yang akan saling mengajari dan tentu parametrian yang lain akan dengan senang hati mengajari saya, sungguh sebuah kenyataan yang benar – benar saya syukuri. Untuk kegiatan sendiri, ada 3 kegiatan utama yang dilakukan oleh magangers, dan lagi saya beruntung karna dapat berpartisipasi secara langsung pada tiga kegiatan ini. Kegiatan tersebut antara lain Real Project, Research and Development dan Sayembara.

Tidak lama setelah mulai magang, saya berkesempatan berpartisipasi mendesain sebuah kawasan dan gedung kampus yang dilakukan dalam rangka mengikuti sayembara. Banyak hal yang saya pelajari dari mengikuti secara langsung proses sayembara di Parametr, mulai dari menerjemahkan KAK (Kerangka Acuan Kerja) Sayembara, mengolah konsep, mendesain kawasan dan gedung hingga hal lain yang harus diperhatikan pada desain maupun hal teknis dalam mengikuti sayembara.

 1

Selain sayembara, saya juga dilibatkan dalam beberapa proyek Parametr. Dari sekian banyak proyek, yang paling spesial bagi saya tentu adalah Rumah Binaiya. Saya beruntung karna dapat mengikuti proses disain Rumah Binaiya dari awal. Ini pertama kalinya bagi saya membuat sekitar empat puluh lima alternatif disain dan untungnya salah satu alternatif disain tersebut saat ini sedang dalam proses pembangunan. Selama proses disain hal yang paling ditekankan pada saya adalah untuk Be Mindful of Procces (salah satu mindset Parametr), dan setelah direnungkan bukankan benar bahwa pada dasarnya arsitektur itu adalah sebuah proses, saya berkali – kali diingatkan untuk memulai dari pemikiran sederhana terlebih dahulu baru semakin lama semakin detail, untuk tidak memikirkan hal yang belum saatnya dipikirkan dan mengerjakan sesuatu sesuai porsinya.  1

Terakhir, Research and Development (R&D). Ketika saya datang ke Parametr, proyek R&D yang sedang berjalan adalah Meja Semangat. Proses Meja Semangat yang saya ikuti adalah mulai dari pembuatan prototype 4.5, diikuti dengan mentoring mengenai sosial project dengan pak Hikmat Hardono di Indonesia Mengajar lalu Launching Meja Semangat di TPQ Al Uswah, Pondok Jaya Bintaro hingga diikutsertakannya Meja Semangat dalam Pameran 100 Karya Inovasi JAT 2015. Salah satu kelebihan kantor ini menurut saya adalah tidak mengabaikan kegiatan sosial. Parametr sendiri cukup serius dengan proyek sosialnya yang diwadahi oleh PITA. Satu lagi pelajar berharga bagi saya untuk sebisa mungkin melibatkan diri dalam kegiatan – kegiatan sosial karna seperti kata mas Ario segala sesuatu itu masih kurang kalau belum disentuh oleh aspek sosial.

 

III

Melihat ke belakang, ada banyak sekali hal yang telah saya alami. Rasanya baru kemarin, saya datang dengan gugup ke kantor Parametr, bertemu parametrian yang saat itu asing bagi saya tapi kali ini ternyata sudah waktunya saya meninggalkan kantor ini.

Selama di Parametr, saya selalu menunggu kesempatan dimana semua parametrian berdiskusi terutama tentang arsitektur, saya ingin melihat pemikiran mereka, bagaiman mereka berpikir, apa yang sedang mereka pikirkan, apa yang membuat mereka bisa mencapai titik ini, saya memperhatikan, mengamati dan belajar dari mereka. Satu hal yang saya ketahui, ternyata orang – orang disini memang orang – orang khusus dengan banyak kelebihan yang mereka miliki tapi satu hal yang pasti, lagi – lagi seperti kata Mas Ario, Arsitek itu adalah tentang ketekunan.

Setiap momen di kantor adalah hal baru yang berharga bagi saya, dan saya berterimakasih untuk semuanya. Terimakasih untuk Mas Ario, Mas Joffi, Mas Harun, saya benar – benar belajar banyak hal baik secara langsung maupun tidak langsung dari ketiga principal Parametr ini. Terimakasih buat geng cuko, mas Tommy, mbak Siki, mbak Yesi, mas Ka-o-no yang dengan cuko, shiny dan tes mbti-nya entah bagaimana membuat saya jadi betah, makasih udah jadi pendengar galaunya saya dan makasih buat sharing ilmunya. Buat mas supar, mas andri, mas rian, mas ali,  mas Santo, mas Ibnu dan Pandu, para tutor yang selalu ngajarin saya dan selalu bisa jawab kalau ditanyain makasih banyak. Buat trio yang paling perhatian dan bikin rame pak Bamby, mbak Sari dan mbak Suci terima kasih banyak dan as always terima kasih buat our hero, mas Robbi dan Pak Syahril. Buat sesama magangers Marthian dan Mbak Adzlin makasih udah mewariskan ilmunya dan buat Devi jangan kesepian ya tetap semangat sama Mentari, belajar yang banyak!~~

IV

Besok saya bukan lagi anak magangnya Parametr, semuanya kembali seperti semula, tapi saya bukan lagi saya yang dulu. Magang di Parametr adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya, ada banyak hal yang dapat saya pelajari dalam menjalani magang ini. Beberapa pertanyaan yang saya bawa sebelum magang sekarang sudah terjawab, ada juga pertanyaan – pertanyaan baru yang muncul dalam benak saya, tapi saya lega, setidaknya satu langkah telah saya lalu, satu step dalam serangkaian proses telah saya lalui. Terimakasih Parametr Architecture!

November 25, 2015

Leave a Reply