oleh : R.Marthian Sularso

10955127_1262159013812346_1457482531467885189_nMENGAWALI

Mulanya cuma tahu dan mengawasi lewat layar media sosial,tahu bahwa salah satu principalnya merupakan alumnus dari almamater yang sama,dan display project pada album facebook . Kantor dengan ciri khas coretan dinding di ruang pertemuan itu .Latar hitam dan lukisan tipografi kapur putih disanding layar LCD 40 inchi,depannya meja kaca tertopang bonggol pohon utuh.

Parametr Architecture,kantor yg menurut artikel-artikel selain saya di parametrthinkbeyond.com adalah kantor yg unik,memiliki adat yang aneh,dan seru, penuh petualangan keilmuan arsitektural,pengajaran,penelitian,dan makanan.

logo parametr

Tidak ada yang khusus dihari pertama saya mengetuk,lantas masuk dan duduk di Ruang Akar. Menyambut ramah dari ruang dalam adalah Mbak Sari,menemani,berbincang dan menerangkan semua kebiasaan dan aturan dikantor.Diantarkan ke meja para magang,untuk selanjutnya berkenalan pada segenap penghuni kantor.

Parametr Architecture,biro konsultan yang telah 6 tahun berdiri,dengan segala siklus dan pola kerja yang telah terbentuk seiring tahun-tahun terjalani.Project datang dan pergi sudah lumrah.Lembur,meeting,dan revisi adalah lagu lama yang masih bergelayut indah di hari-hari arsitek dan calon arsitek.Tumpukan massa, dan study desain seperti sarapan bubur nikmat.Menemani kami tiap hari adalah irama nada subwoofer yang kian waktu makin akrab saja menderu telinga,biasanya Payung Teduh atau Dialog Dini Hari.

Apa yang harus saya ceritakan pada kalian disesi ini ? Rak Buku Yang Berserakan? atau Sebuah Pertaruhan Besar Lainnya ? mungkin bisa juga Sebuah Pilihan.

Tidak..tidak,mungkin lebih baik The Architects life.

Atau mungkin saya akan bercerita bagaimana seorang pujangga kelas cabe-cabean macam saya bisa terdampar dan mengarungi sudut2 kantor indah nan penuh ilmu ini.

Sialnya,saya sendiri banyak lupa hal-hal apa saja yang terjadi selama menjadi anak magang untuk waktu 5 bulan. Tapi it’s oke,akan saya awali dari yang saya ingat terlebih dahulu,lantas diakhiri dengan yang lupa.

DSC06246

MENJALANI

Seperti yang sudah saya kemukakan diparagraf atas,3 bulan pertama merupakan waktu untuk pelatihan dan penyesuaian sistem kerja kantor,pengenalan pola pikir baru .Kalau digeneralisasikan sih kata yang lumayan pas “digojlok”, saya diajarkan mengenal ilmu- ilmu arsitektur yang jauh nyata tidak saya capai ketika di perkuliahan.Pengenalan kurikulum magang berupa ilmu coloring,standar presentasi,hingga cara-cara mendesain dari dasar yang biasa dilakukan Mas Ario sendiri. Mulai dari menyusun massa,flip,rotate,tumpuk,dilubangi,ditonjolkan,potong dan sebagainya.Penuh tantangan pada fase ini,karena dari awal ujian dimulai,kata benar seolah sulit didapat,dan lantang salah adalah biasa

.Mas Ario ,Principal merangkap guru,merangkap partner, teman, sahabat, ayah, dan pembuka wawasan saya adalah sosok tampak yang selalu menempel ketat saya ditiap pergerakan dan progres.Beliau ini yang nggembleng saya selama 3 bulan,dan meracuni pemikiran dengan arsitektur-arsitektur luar biasa juga pengalaman-pengalamannya. Satu hal yang saya ingat adalah,ketika mulai buyar fokus kerja,saya ditanya Mas Ario seperti ini,

“ wis nyerah? Jek kuat ? arep terus opo ganti wae?”(sudah menyerah? Masih kuat? Mau lanjut apa ganti saja?)  dan saya akan jawab

“ belum, saya mau selesaikan ini dulu”.

Entah mengapa,setelah 5 bulan terjalani seolah didikan-didikan itu seperti hal yang justru saya cari,dan sekarang telah menemui titik akhir.

Magang merupakan proses syahdu pendidikan yang dibuka oleh biro konsultan bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu dan menambah pengalaman. Celakanya poin positif ini bagi sekian banyak putra bangsa berjuluk Mahasiswa dianggap kurang bernilai.Hanya sebagian yang memutuskan magang karena tuntutan kuliah atau memang dorongan diri.

Alasan saya cuti kuliah dan memutuskan magang sendiri karena didorong rasa penasaran dan faktor psikis melihat betapa buruknya proses desain yang terjalani selama kuliah.

Sudah beberapa generasi anak magang di Parametr saya alami, Aldo dan Roza, Nuke, kemudian Saya dan Hamam, Adzlin,dan terakhir Sarah. Banyak program yang diawali anak magang yang bersifat sosial project, seperti meja semangat dan sekolah krukut .Sayembarapun anak magang yang mengikuti tentu dibantu staff dan berasal dari principal.Ada dua sayembara yang bisa terikuti,Masjid Jami’ Nurul Amal dan Universitas Tanjungpura.Semua hal ini seolah melampaui batas saya yang dulu hanya bisa berdiam diri.Rasanya seperti saya tidak pernah lepas dari kantor ini.12

10

MENGAKHIRI

Hal-hal yang terlewati dan teralami di kantor ini bagi saya sangat menarik.Membuat maket, study massa, area kalkulasi, detail cad, adapula RnD Meja Semangat, Ekskursi, survey project, makan-makan, futsal, tawa canda dengan Mbak Sari dan Mbak Suci, dolan-dolan bersama Mas Supar Mas Kano, jogging bareng Mas Andri Mas Santo, touchup bersama Mas Ali, gowes breng Mas Bemby dan Mas Ario, ngobrol dengan mas Joffi dan Mas Tomi ,belajar interior dari mbak yessi dan mbak siki. Tukar pikiran dengan Mas Harun. Dibangunin pagi oleh Mas Robi dan diantar oleh Mas Syahril.

Semua terjalani begitu saja,dan kini telah sampai pada garis demarkasi waktu yang mengantar untuk mengakhiri lintasan yang terbentuk selama 5 bulan.Gurauan-gurauan juga perbincangan kantor mulai akan berhenti mengiringi.

DCIM100MEDIA

24 adalah batas satuan waktu,24 lewat merupakan usaha untuk melampaui batas-batas imajiner ataupun real yang kerap menghalangi.Menembus batas yang ada adalah pilihan untuk terus maju atau stagnan.Semangat  dan passion 2 hal yang berkesinambungan yang diperlukan untuk menembus batas.

August 6, 2015

Leave a Reply