Oleh : Hamam Abdul Rahman

Yang terpenting adalah dimana kita menempatkan Treknya dan Role Model yang tepat dengan diri kita

-Ario Danar Andito-

Prolog ;

Jumat 15 mei 2015, merupakan hari terakhir saya magang di Parametr Architecture. Saya Hamam Abdul Rahman dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, jurusan arsitektur kelas reguler sore atau biasa orang menyebut kuliah kelas karyawan. Alasan saya magang adalah keinginan untuk belajar dan keingintahuan yang besar bagaimana arsitek profesional bekerja, mendesain, berfikir, serta proses yang mendetail terhadap sebuah karya arsitektur itu tercipta. Saya memutuskan untuk keluar dari tempat saya bekerja, untuk belajar di biro arsitektur profesional dan pilihan saya jatuh pada Parametr Architecture.
Saya menunggu 2 bulan untuk mulai magang di Parametr Architecture, ternyata penantian saya tidak sia-sia, saya berlabuh di tempat yang sesuai dengan harapan saya. Parametr memiliki program kurikulum magang yang bagus, dimana kami sangat diperhatikan, dibimbing dan diajari oleh mentor-mentor yang hebat.

Konten ;

Pola pikir berubah dengan cerita dan nasihat Principal

Di kantor di tekankan anak magang di berlakukan sama dengan staff kantor yang bekerja di kantor yang keren ini, tetapi ada hal yang berbeda magangers dengan staff kantor, saya magangers masih sangat kurang dalam hal kerja, saya sangat di bimbing, di ajari, dan di perhatikan untuk dapat mengerjakan project, saya selalu teringat kata mas Ario “jam terbang memang ga bohong” masukan, candaan celetukan parametrian menjadi masukan dan nasihat bagi saya.
Di sela-sela bekerja di saat istirahat makan di saat jam santai sore hari banyak cerita dari principal menjadi motifasi menambah wawasan dan membuka mata saya jadi sadar ternyata pemikiran saya selama ini tidak benar, semasa kuliah dan bekerja dulu saya berfikir setelah selesai kuliah dan mendapat gelar S1 arsitektur ingin berpraktek bikin kantor kecil-kecilan merasa bekal sudah cukup, melihat kantor ini bekerja, cerita, pengalaman dan kemampuan parametrian ternyata saya masih sangat jauh, saya harus belajar lebih lama lagi sampai menghayal ingin bekerja magang di luar negri, membaca dan jalan-jalan karna mendengar cerita-cerita seru parametrian, inilah ternyata jawaban dari pertanyaan saya selama ini terjawab dengan magang di Parametr Architecture

1

Team Work dan Sayembara

Bekerja secara team merupakan pelajaran besar buat saya, bagaimana menjaga toleransi pendapat, membagi jobs description dan hal-hal yang bersifat teknis dan psikologis ini saya rasa proses belajar yang berat, sulit dan nyaris putus asa, beruntung kami di bimbing oleh mentor yang hebat yang bisa membawa suasana menjadi menyenangkan, seperti proses desain meja semangat sampai proses sayembara masjid Jami’ Nurul Amal sehingga kami dapat menyelesaikan nya dengan perjuangan yang berdarah-darah, hehehe dan alhamdulillah team kami yang diketuai mas Harun Wicaksono mendapat penghargaan meraih posisi ke-3 teratas sayembara IAI Nasional

3

Membiasakan diri dengan Alternatif Desain

Membantu project architect dan membuat alternatif desain dengan bimbingan principal seperti pekerjaan utama kami magangers, yaitu mencoba-coba beberapa kemungkinan, mendalami satu bentukan untuk mencapai sesuatu yang di harapkan principal.
Pada awal mulai saya membuat 3 alternatif bagi saya di kampus itu sudah cukup banyak, ternyata kata mas Ario “mana???cuma tiga?? bikin lagi!! yang banyak jangan putus asa”, terus saya mencoba lama-kelamaan beralternatif menjadi menyenangkan, saya selalu ingat kata “ jangan puas/selesai dengan sedikit alternatif”, pengalaman berharga dan menyenangkan bagi saya dapat berpartisipasi dalam menciptakan sebuah karya arsitektur bersama pricipal.

1

Setelah lulus loe mau jadi arsitek seperti apa, itu pilihan

-Joffi Febriando-

Penutup ;

Terimakasih Parametr

Terimakasih banyak Parametr Architecture, mas Ario Andito, mas Harun Wisaksono, mas Joffi Febriando, telah membimbing saya, memberi kesempatan saya untuk belajar banyak tentang banyak hal. Terimakasih kepada mas Bamby Subiakto, parametrian yang berjasa memberi pelajaran teknis dan cara membangun, cara kerja yang benar dan cepat “speed up”. Mbak Sari dan mbak Suci, setia mengawasi kami face to face, suka berbagi banyak hal hingga kebiasan-kebiasaan lucu para parametrian . Mas Supar, ini dia project architect idola saya. Mas Ali, ngajarin ilmu touchup super canggih dan suka ngajak sholat sambil pegang pundak saya. Mas Tomy, gemar kasih masukan pedas dan ilmu kalkulasi yang sama besar manfaatnya bagi saya. Mas Santo, saya belajar bagaimana bersikap yang baik. Mas Kano, project architect yang ngakrab ke saya yang kurang asik ini, semangat bro perjalanan masih panjang. Mbak Yesi, saya melihat dan belajar bagaimana cara bekerja benar dan tepat waktu dan itu ternyata sulit. Mbak Siki, udah kasih tips touchup interior nya. Mas Pandu, saya belajar bagaimana mempertahankan idealisme. Mas Andri, cerita motifasi nya disaat-saat lembur deathline dan candaan yang natural tapi paling lucu di kantor. Mas Ryan-Ryan, mas Ryan besar dan mas Ryan kecil duo draftman yang handal yang ngajarin saya ngecad. Mas ibnu, yang ngasih masukan dengan logika nya dan maket nya yang keren. Mas Robby, yang mensejahterakan kami memberi kabar gembira di saat-saat genting jam 11.30 dan 19.00. mas Syahril yang siap sedia nganterin kita dan tiap pagi mau masuk gerbang kantor menyambut dengan senyum nya di depan kantor. Adzlin magangers, teman semeja yang banyak ngasih tau saya cara photoshop. Marthian magangers, ada yang salah dengan kami,sama-sama jurusan arsitektur dan seorang magangers tapi perbincangan kami bukan de stijl atau Tadao Ando atau juga Bjarke Ingels,tapi holden,lancer SL,galant sigma,vespa dan barang-barang tua lain yang ga ada hubungannya dengan arsitektur. gokill !!!

Terimakasih kepada semua parametrian,saya mendapat banyak manfaat dan pelajaran selama disini, saya mohon maaf bila selama magang banyak melakukan hal yang tidak benar dan tidak menyenagkan, tetap semangat jaga kesehatan dan sukses selalu untuk Parametr. Amiin.

May 18, 2015

Leave a Reply