Oleh : Savria Vilia Roza

1 Oktober 2014 – 20 Februari 2015

bdfskbdfbdf

Keberuntungan terkadang berpihak pada orang yang berani”

-Ario Andito-

Prolog

Hari senin 1 Oktober 2014 merupakan hari pertama saya magang. Bersama teman satu jurusan Bambang (Aldo W.S), saya menginjakan kaki di Parameter. Kenapa saya memutuskan untuk magang? Meninggalkan kampus di semester tua (semester 9). Berawal dari IPK yang pas-pasan dan keinginan untuk memperbaiki tetapi tidak punya banyak waktu jika harus mengulang mata kuliah di semester berikutnya. Jalan satu – satunya adalah lulus dengan IPK yang pas-pasan namun dengan skill dan pengalaman yang mumpunin, maka saya beranikan diri untuk magang.

Konten

Minggu-minggu awal saya merasa sedikit kerepotan dengan irama kerja kantor yang cepat dengan standart yang tinggi. Mentoring yang berkelanjutan dari kantor kepada Magangers membuat kami merasa terpacu dalam bekerja. Sedikit demi sedikit kami mulai terbiasa dengan irama kerja kantor. Kami dibimbing untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kuantitas yang banyak serta kualitas yang tinggi. Mulai dari Colouring, CAD, Area Kalkulasi, 3D Modeling (Massing, Gradding, Stacking), Photoshop, Montase dan teknik Touchup.

Sehari-hari kami bertugas sebagi supporting Principal dan Project Arsitek. Saya sempat merasa down saat saya tidak bisa menyelesaikan sebuah tugas CAD yang diberikan oleh salah seorang Parametrian. Alhasil tugas tersebut di handle oleh orang lain.

Ambillah Sisi Positif dari setiap teguran”

-Derinda katlyin-

Pesan diataslah yang membuat saya tetap optimis. Selalu ambil sisi positifnya dan berusaha untuk memperbaiki di tugas – tugas selanjutnya.

vljhndfikvhela

Parametr juga memberikan kami proyek R&D (Research and Development). Kami Magangers awalnya mendapatkan sebuah R&D dengan tema Pintu. Setelah beberapa saat akhirnya proyek R&D beralih menjadi studi Rumah Gerbong. Setiap hari senin akan diadakan PM dan brifieng untuk tugas para magangers, tugas untuk Project dan R&D. Hari Jumat merupakan hari dimana kita harus melakukan progress report kepada Principal. Mentoring dan diskusi selalu menjadi makanan sehari-hari para Magangers.

Pada pertengahan magang kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Sayembara yang dipimpin langsung oleh Principal. Kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sayembara Internasional Bamiyan. Pada sayembara ini mungkin kami merasa sedikit kesulitan mengikuti irama berfikir prinsipal. Namun ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena banyak ilmu yang kami dapat dari setiap prosesnya. Mulai diskusi terbuka setiap hari dengan prinsipal dan pearametrian, collecting data, menarik benang merah dari diskusi dan pengumpulan data sebelumnya hingga menjadi ide dan konsep, eksekusi akhir.

VIEW 02

Bamiyan Cultural Centre

Form, shape, filosofi, etc….Desain bisa berawal dari apapun. Coba dulu!”

Harun Wisaksono

Parametr memiliki program yang benama Parametalk yang telah berjalan selama setahun. Parametalk adalah kegiatan diskusi yang melibatkan narasumber dari luar (non arsitektur). Selama setahun parametr telah mengadakan Parametalk sebanyak 12 kali. Disini magangers juga mendapatkan banyak informasi dan ilmu-ilmu baru. Program terbaru Parametr adalah PSP (Parametr Social Project). Parametr beniat memberikan sumbangsih berupa proyek sosial, diantaranya Proyek Meja Semangat dan CSR Pondok Jaya.

Magangers juga mendapatkan kesempatan untuk site visit ke sejumlah proyek yang sedang dalam proses pembangunan. Disana kami bisa bertanya langsung pada project arsitek tentang seluk- beluk bangunan, mulai dari konsep bangunan, program ruang, struktur yang dipakai dan material.

hhj copy

dgfsdfdfdf

Proyek Andalan

IMG_0010

BDFSBDFSBDFSBDHFS

Proyek Suite Tower

Catatan Penting

Catatan ini saya buat untuk memotivasi diri saya dari banyaknya kekurangan. Poin-poin di bawah ini merupakan kekurangan yang saya miliki dan wajib suatu saat nanti harus saya tambal. Amin.

1. Perkaya Diri Dengan Bahasa

Mas Ario selalu menekankan kepada kami bahwa kami harus banyak mencari referensi. Kelemahan mahasiswa arsitektur saat ini adalah kurangnya literatur. Kurangnya minat membaca, adalah salah satu faktor dimana kita minim literatur.

“Kamu tahu SANAA?kamu tahu Vo trong nghia? Kamu tahu A21? Kalo Jason Mraz pasti tahu?hahahaha”

Pertanyaan yang lucu skaligus membuat saya malu , seorang mahasiswa arsitektur yang tidak tahu tentang tokoh arsitektur. Beliau mengatakan bahwa arsitektur sebenarnya adalah ilmu mahal. Why?

Arsitek itu harus banyak melihat, caranya adalah banyak jalan-jalan. Jalan-jalan untuk melihat arsitektur dan melihat dunia akan membuat kita lebih peka terhadap desain dan terhadap lingkungan binaan.

Bagaimna jika kita masih seorang mahasiswa dan dari keluarga sederhana? Apakah kita memiliki biaya untuk menjelajah dunia? pastinya itu sangat berat. Ada yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Jika kita belum mampu melihat dunia dengan mendatanginya, maka lihatlah dunia dari buku.

asfasfasfasfasfas

2. Arsitektur adalah Sebuah Proses

“Di dunia ini sudah banyak orang di bawah usia 20thn menjadi seorang doktor, ahli matematika, atau bahkan ilmuan. Tapi tidak ada orang usia di bawah 20thn bisa menjadi seorang arsitek. Arsitek itu adalah sebuah proses, dan arsitektur bukanlah produk instant.”

3. Arsitektur bukanlah profesi, Arsitektur adalah passion

Jika kita menjadikan Arsitektur sebuah Profesi maka kita hanya akan berfikir pada profit yang kita dapat dari pekerjaan kita, tanpa memikirkan nilai dari bangunan yang kita buat.

4. Bekerjalah Totalitas dan Bertanggung jawab

Pernah sekali tidak selesai mengerjakan pekerjaan menjadi peringatan buat saya untuk kedapannya lebih bertanggung jawab dan totalitas dalam bekerja.

5. Fokus

Kelemahan terbesar saya selama magang mungkin adalah kurang fokus. Di kepala saya sering bercampur aduk antara pemahaman yang saya dapat di kampus dan pemahaman di dunia kerja.

“Di kepala kalian sebenarnya sudah ada rak buku beserta beberapa buku di dalamnya. Akan tetapi , kalian hanya memiliki beberapa buku dan buku-buku itu masih berserakan. Cobalah untuk menata buku itu sedikit demi sedikit, cobalah untuk mengisi ruang kosong rak dengan buku yang ada. Telan dulu SEMUANYA !

Jika rak itu sudah penuh, tinggal tambah dengan rak yang kosong dan buku-buku baru didalamnya”

-Tomy Arief-

Pesan inilah yang membuka mindset saya. Proses yang saya jalani kedepan masih sangat panjang, jika saya ingin berkembang saya harus open mind. Jangan terkungkung oleh pemikiran yang nantinya akan membuat kita berhenti di tempat.

Penutup

Terimakasih banyak kepada mas Ario andito, mas Harun Wisaksono, dan mas Joffi Febriando karena telah memberikan kesempatan kepada saya dan Aldo untuk magang di Parametr dan juga kepada seluruh Parametrian saya ucapkan terima kasih. Terima kasih kepada mbak Sari (Ibu Parametr) dan mbak Suci, yang sering memberikan nasehat kepada saya dan Aldo selama magang. Bang Andri teman pertama saya di Kantor, terima kasih guyonan dan momongannya,Mas Supar dengan diskusi-diskusi arsitektur nusantaranya, mas Santos dengan diskusi – diskusi simpel namun berbobot, mas Ryan Dhani dan Riyan adam teman curhat sekaligus mengajaran CAD,mbk Derin yang mengajarkan tahapan-tahapan desain bangunan mixused dan cara mempresentasikannya,mbk Siki dan mbak Yesi yang memberikan referensi material interior, mas Ibnu si tangan dewa yang telah mengajarkan cara membuat maket, mas Ali dengan ajaran touchup dan yang gak pernah lupa mengingatkan untuk sholat, mas Pandhu dengan arahan desain-desainnya, pak Joko dengan cerita dilapangan, mas Bemby terima kasih banyak sudah mengajarkan etos kerja yang baik dan memberikan referensi standar-standar bangunan, mas Robbi yang selalu memantau dan menjaga kegiatan kami para magangers di luar jam kerja,mas Syahril terima kasih cerita-cerita lucunya dan mas Tomi Terima kasih sudah mengajarkan ilmu kalkulasi dan sharing-sharing tentang arsitektur yang palyful.
Terimakasih juga kepada Mas Gandhi, Astika, Amal, Rian, dan Asky untuk sharing dan kerjasamanya.

Untuk mas Kano semoga bisa semakin sukses kantor ini, nuke tetap semangat, Hamam dan Martian semoga bisa menelan semua ilmu yang diberikan oleh Principal dan Parametrian.Terima kasih juga untuk sahabat Burjo dan teman Rusun yang selalu bisa di ajak untuk bertukar fikiran.  Buat Aldo, mari menjelajah dunia bersama lagi!

Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan di kantor ini akan saya jadikan motivasi dan pegangan untuk melangkah ke step selanjutnya.

“Yang terpenting adalah dimana kamu meletakan track yang pertama, dan kantor ini adalah tempat  yang tepat!”

Mohon maaf bila selama proses magang berjalan saya banyak melakukan kesalahan.

PARAMETR Architecture. Terimakasih atas bimbingannya, semoga tetap solid dan semakin sukses kedepannya. See you again!

February 20, 2015

Leave a Reply