oleh : Ibnu surya Ramadhan

juni – agustus 2014

pertama kali diskusi dengan principal

Sebelum saya menceritakan semuanya, saya sangat berterima kasih kepada para principal mas Ario, mas Harun, Mas joffie atas semua yang diberikan pada saya mulai dari ilmu dan waktunya. Dan juga yang gak kalah penting adalah para parametrian yang sangat hangat dan welcome pada saya, sang ibu : mbak sari, primadona : mbak suci, mbak siki, mbak yesi, mbak deryn, man in charge : mas bemby, mas tommy, mas santo, mas ali, mas ryan kecil, mas ryan gede, mas andry, mas pandu, mas supar, mas ibnu, mas robby. You guys are amazing and so unique. Dan teman magang saya, yang saya bakal saya tinggalkan pada masa2 deadline sayembara, Gandhi thaiba dan astika.

“Kenapa kok pengen kerja praktek?”

Di kampus, kami memiliki acara yang diadakan oleh mahasiswa sendiri untuk meningkatkan pengetahuan tentang kerja praktek. Ketika itu mungkin, saya datang bukan karena ingin tahu. Tapi hanya sekedar iseng untuk duduk dan menikmati suasana kampus yang ‘adem’. Presentasi demi presentasi membuat saya berpikir ada hal yang mereka dapat lebih dari mahasiswa-mahasiswa lain. dan inilah yang membuat saya ingin kerja praktek karena penasaran apa yang sebenarnya mereka dapatkan.

Kalau kata orang kalau mau mengadu nasib dan mau nyari pengetahuan apapun datang lah ke Jakarta. Dan karena itulah alasan saya mengambil tempat kerja praktek di Jakarta.

“You came to the right place”- mas ario.

Dan akhirnya tanggal 13 Juni 2014, saya sampai di kota ini, yang dlunya kampung halaman saya, yaitu Jakarta.

Kadang mahasiswa arsitektur adalah mahasiswa yang kuliah tidak tahu ttg apa itu arsitektur, dan apa yang dikerjakan, dan apa saja yang harus dipelajari dan ini kadang terjadi sampai hampir mau lulus. Ini nih yang saya sebut leap of faith. Tahu gak tahu yang penting coba dulu dan bismillah.. hhee… ini menurut beberapa teman.

Nah ini lah gunanya magang, magang salah satu tujuanya adalah menyiapkan para mahasiswa seperti saya,yang melakukan leap of faith itu dan yang tidak, untuk siap kerja atau paling tidak tahu bagaimana kondisi kerja arsitek, yang mana kadang mahasiswa kagok ketika masuk dunia kerja setelah lulus.

Masih pengen jadi arsitek?

Pertanyaan ini sih yang paling mendasar muncul di otak setelah magang selesai. Tapi saya gak mau buru-buru memutuskan soalnya waktu masih panjang, belum saatnya untuk memutuskan. enjoy aja dan jalani dulu kalau kata mas Ario. Toh, nanti bakal dapat menentukan sendiri. It’s an instinct

Jendela dunia masih terbuka lebar dan siap untuk saya masuki dan nikmati apa saja yang ada didalamnya.

Masih banyak kesempatan untuk saya ber-arsitek atau tidak. Tapi setelah magang, passion saya dalam berarsitektur meningkat. but now it’s more dominant than others. 

“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.”

– Alexander Graham Bell

Rasa

presentasi guggenheim

Seperti yang diceritakan para suhu magangers, rasa canggung, cengar-cengir, bingung apakah nanti saya bisa fitted in dan bisa mengikuti workspeed dari parametrian yang lainny. semua berawal dari perasaan seperti itu dan akhirnya saya terdorong untuk belajar dan belajar.  ternyata selama tiga bulan ini saya melakukan lebih dari apa yang saya bayangkan sebelumnya.bertahap dari menghitung area kalkulasi, rendering plan, 3d modeling, touchup, lalu mulai ikut dilibatkan dalam proyek skala kecil seperti rumah, mengunjungi proyek, hingga menyusun proposal dengan skala proyek yang lebih besar.

10505563_981965971831653_2826705635007123648_n

“…To learn something new is a timeless pleasure and a valuable treasure. And not all things that you learn are taught to you, but many things that you learn you realize you have taught yourself.”
― C. JoyBell C

ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh anak magang disini, ada 3 yaitu :

1. Research and development

RnDnah ini gunanya untuk meningkatkan pengetahuan arsitektur tentang material, software dan lain-lain. tapi tidak hanya arsitektur tapi kadang juga pengetahuan cross-dicipline dengan mengadakan parametrtalk. wawasan yang luas diperlukan agar dalam berarsitektur tidak monotone.

2. sayembara

SAMBI - 01

SAMBI - 06

alhamdulillah saya masih sempat untuk menyelesaikan sayembara ini. museum batik indonesia. yang menarik dari sayembara adalah prosesnya. resultnya itu alhamdulillah. kebersamaan, begadang dari pagi sampai ketemu pagi lagi, pembagian tugas itu yang bikin semuanya jadi seru.

3. project

WP_20140620_14_43_54_Pro[1]

ini sifatnya membantu para parametrian dalam menyelesaikan project-project yang ada. entah itu survey project, denah, touch up, 3D. dll.

Arsitektur

setelah dari tempat ini saya menemukan salah satu makna arsitektur. arsitektur adalah ilmu kehidupan bagaimana membuat sesuatu lebih baik untuk manusia. setelah apa yang saya alami, arsitektur bukan hanya terbatas dari bangunan atau hal yang fisik saja. Tapi lebih holistic lagi.

The Last but not least

 

tanggal 16 agustus bukanlah sebuah perpisahan menurut saya. ini adalah sebuah awal dari magang menjadi partner yang saya bakal jalani entah 10 atau 15 tahun kedepan. amin. bukan berharap, tapi bermimpi, itu lebih baik.994190_1006180656076851_1207240013316707110_n

sampai jumpa di kehidupan yang lain. khaaa :v

August 15, 2014

Leave a Reply