Oleh: Alfe Amazia

MY HISTORY (yesterday)

Jangan pernah puas akan apa yang telah kamu capai. Belajar dan terus belajar tiada henti. Sebuah rangkaian kata yang cukup bosan untuk diingat dan dipahami. Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, begitu pula dalam hal belajar, dengan belajar lapangan kita dapat memahami dan mengalami secara langsung apa yang akan kita hadapi di kemudian hari saat kita telah terjun di dunia pekerjaan.

Apa yang telah saya alami dan dapatkan selama magang merupakan suatu pengalaman yang tak akan pernah tergantikan dan tak ternilai harganya. Tak bisa dipungkiri bahwa apa yang kita alami dalam kehidupan tak lepas dari kehendak Tuhan. Begitu pula dengan yang saya alami. Saya sempat menentukan beberapa pilihan tempat magang namun  Tuhan ‘menempatkan’ saya di tempat ini, Parametr. Parametr bukan sebuah instansi yang terbesar, namun menjadi anak didik dari trio menthor hebat Parametr (Ario Danar, Harun Wisaksono, Jovi Febriando) membuat saya merasa “His plan is better than mine”.

Tak bisa dipungkiri bahwa materi perkuliahan dan praktek magang memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua proses ini lah yang membentuk dan menjadikan diri kita selangkah lebih maju dibanding ribuan calon suksesor arsitek di Indonesia. Ilmu teoretis yang kita dapatkan selama kuliah tidak kita dapatkan selama magang kerja, begitu pula dengan ilmu praktisi yang sangat sulit kita dapatkan selama masa kuliah.

MY GIFT (today)

@PARAMETR

Dalam waktu yang singkat ini, saya mencoba memetik dan memahami beberapa poin penting yang saya dapatkan dari Principal.

1. leader

Hal pertama yang saya dapat dari beliau adalah how to act as a leader. Bukan sebagai penguasa namun sebagai leader dalam sebuah tim. Leader (principal) diibaratkan seperti nahkoda sebuah kapal yang mengarahkan arah dan tujuan dari kapal tersebut. Sedangkan keberhasilan dari sebuah kapal tersebut tergantung juga dari performa mesin dan awak kapal itu sendiri.

Menghargai adalah sebuah kata yang jarang digunakan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan perusahaannya, namun berbeda dengan beliau. Ide, saran, dan sanggahan setiap anggota selalu dikaji dan dibahas dengan matang di dalam rapat.

2. read and learn from book

reading

let the books teach you“, adalah sebuah perkataan yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk memahami apa yang dimaksud. Pernah Mas Ario berkata bahwa orang sukses tidak akan lepas dari pengetahuannya dari membaca buku.

Reading a book fells like sucks. Itu adalah hal wajar bagi mahasiswa di kalagan saya. Awalnya membaca hanya sekedar melihat-lihat gambar. Namun setelah lama kelamaan hal tersebut menjadi “candu” dan membuat menjadi penasaran untuk mengetahui pola pikir dan perancangan dari desain itu. Sejak saat itulah saya sadar bahwa tidak mungkin bagi seseorang untuk berhasil jika tidak memperkaya diri dengan membaca.

Tahukah kalian berapa lama waktu yang digunakan oleh Warren Buffet dan Doland Trump untuk membaca dan belajar meskipun mereka sudah tua? Tidak pernah ada kata selesai belajar dalam hidup ini.

“The one who doesn’t like to read books and poor of knowledge is a pitiest people in the world”

3. 3d & rendering!!

hal terpenting  dalam arsitektur adalah 3d!! ide dan kreasi selalu ditumpahkan dalam 3d.  Baik dalam bentuk maket maupun software, dari situ seorang arsitek dapat merasakan massa yang dibangun. sedangkan rendering adalah seni untuk memperindah karya arsitektural itu sendiri di mana bangunan akan terlihat lebih hidup, nyata, dan dapat membantuk seorang arsitek untuk mempresentasikan maksud dari rancangannya.

“There isn’t a professor nor a success architect come from a young man. Architecture is practically a science. Be patient for a little time, and be mature, to beat the world!!”

MY MYSTERY (tomorrow)

………………is My “Passion”

Alfe_TheArchiNextar.

February 28, 2013

Comments

Leave a Reply